Gibran Cek Gereja Di Solo Menjelang Natal, Pengamanan Melibatkan Tentara Hingga Polri, Walikota Solo: Ada Sterilisasi Sebelum Natal

PTMJSGibran Rakabuming Raka selaku walikota Solo bersama dengan Forkopinda untuk melakukan pengecekan gereja di Solo, Jateng.

Hal tersebut di lakukan oleh Gibran, semua demi keaman dan kesiapan menjelang Perayaan natal yang akan berlangsung pada tanggal 25/12/2022.

Terdapat enam gereja yang akan di kunjungi oleh gibran bersama dengan Wakil Walikota, yaitu Teguh Prakosa.

Walikota Menjamin Keamanan Gereja

Menjelang pelaksanaan natal berlangsung di Solo, Gibran akan menjamin para jemaat dapat melaksanakan ibadah dengan aman dan nyaman.

Dikutip dari laman ptmjs.co.id menyebutkan bahwa sang Walikota Solo menengaskan bahwa pada tanggal 23 sampai dengan tanggal 24 Desember akan di jaga dengan ketat oleh TNI dan Polri.

Bahkan sebelum hari H akan ada sterilisasi agar Natal dan tahun baru di Solo menjadi aman dan utamanya pada GKI(21/12/2022).

Sebab Kapolresta Solo, yaitu Kombes Pol Iwan Saktiadi  akan menerjunkan personelnya untuk melakukan gabungan demi mengamankan perayaan Natal.

Rencananya pengamanan untuk gereja tersebut akan di terjunkan sebanyak 1.018 personel dengan tiga kategori.

Dimana dari pemerintah, TNI hingga kepolisian akan mengamankan secara optimal agar semua dapat berjalan dengan lancar tanpa kendala.

Gereja Akan Mendapatkan Keamanan 26 Personel

Setiapgereja nantinya akan diberikan 26 personel agar ibadh gereja berjalan dengan lancar dengan metode penjagaan yang berbeda dari satu gereja ke gereja lain.

Tentunya semua dengan mengedepankan waspada dan pada setiap misa akan ada sterilisasi yang mana terbagi menjadi tiga kategori.

Dimana rincian tersebut, yaitu 16 gereja pada prioritas satu, lalu untuk 43 gereja masuk pada prioritas duan dan selanjutnya masuk prioritas tiga untuk 208 gereja.

Semua personel yang di kerahkan demi terciptanya tahun baru yang aman, namun untuk pelaksanaannya menunggu konfirmasi dari Pemkot untuk sistem car free night.

“Ini bukan luar biasa. Ini mmg tugas pemimpin. Apapun agaman nya jika ada undangan kegiatan agama apalagi perayaan besar, mmg tugasnya utk hadir. Jika pun berhalangan hadir akan mengakilkan kepada bawahan dalam pemerintahannya. Hampir semua pemimpin daerah di Indonesia melakukannya. Jadi ini biasa saja. Ini jga dia lakukan bukan karena pencitraan. Melainkan tugas sbg seorang pemimpin. Setingkat lurah dan camat pun juga begini. Namanya pemimpin suatu wilayah. Yux jangan selalu negatif dg menyebut pencitraan dan jgn terlalu menyanjung hanya utk hal biasa”, menurut  akun dari instagram @del***

Share To

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *