Jelaskan Uji Hipotesis Satu Sisi Dan Uji Hipotesis Dua Sisi

Jelaskan Uji Hipotesis Satu Sisi Dan Uji Hipotesis Dua Sisi

Perbedaan utama antara pengujian unilateral dan bilateral

Perbedaan mendasar antara uji satu sisi dan uji dua sisi dijelaskan di bawah ini dalam poin-poin:

Tes satu sisi, seperti namanya, adalah tes hipotesis statistik, di mana hipotesis alternatif memiliki satu ujung. Di sisi lain, uji dua sisi menyiratkan uji hipotesis, di mana hipotesis alternatif memiliki tujuan ganda.

Dalam tes satu arah, hipotesis alternatif sengaja diwakili. Sebaliknya, uji dua sisi adalah uji hipotesis non-arah.

Dalam uji satu arah, zona penolakan berada di sebelah kiri atau kanan distribusi sampel. Sebaliknya, zona penolakan berada di kedua sisi distribusi sampel.

Uji searah digunakan untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antar variabel dalam satu arah, yaitu kiri atau kanan. Sebaliknya, uji dua sisi digunakan untuk mengidentifikasi apakah ada hubungan antara variabel dalam dua arah atau tidak.

Dalam uji satu arah, parameter uji yang dihitung lebih atau kurang dari nilai kritis. Berbeda dengan uji dua sisi, hasil yang diperoleh berada di dalam atau di luar nilai kritis.

6. Jika hipotesis alternatif bertanda ‘≠’, maka dilakukan uji dua sisi. Di sisi lain, ketika hipotesis alternatif memiliki tanda ‘> atau <‘, uji satu arah dilakukan.

Ringkasan

Kesimpulannya, kita dapat mengatakan bahwa perbedaan mendasar antara uji satu sisi dan uji dua sisi terletak pada arah, yaitu jika hipotesis penelitian memerlukan arah hubungan atau perbedaan, maka uji satu sisi diterapkan, tetapi jika hipotesis penelitian tidak menunjukkan arah interaksi atau perbedaan, maka Gunakan uji dua sisi

Halaman: 1 2Tampilkan semua
Sebelumnya
Share:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *